Lelaki Hujan_ ( Jahat )

Kutemukan matamu malam ini dihadapan plafon kamar kelas, sepasai sungai yang terletak di dalamnya mendadak disinggahi kabar yang sukar dan kontras, ada sepasang suara tangis; suara yang mengingatkanku akan senyummu dan teriakanku dalam heningnya sapaan. Saat yang paling tepat untuk menemui senyummu adalah saat kau menangis. Dalam tangismu yang kadang menyesatkan, aku sering merapal doa yang semenjana, meski tangismu tidaklah benar-benar milikmu seutuhnya. Segenap kepura-puraan menjadi fatamorgama belaka. Tak akan ada sejarah, tak akan ada lagi perang yang menceritakanku. Marilah belajar padaku cara menjadi *manusia jahat.* Seutuhnya. _haysnaidrunireG_

Komentar

Postingan Populer